KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala atas berkat rakhmat dan hidayahnya menuntun kami sehingga mampu menuntaskan proposal Perusahaan Nodeflix. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam yang telah membawa manusia dari zaman kebodohan kedalam zaman yang terang benderang seperti saat ini.
Dibuatnya proposal Perusahaan Arkanis Vision ini untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan. Dalam proses pembuatannya tentu kami mengalami berbagai kendala, namun atas bantuan dari banyak pihak akhirnya kami bisa menyelesaikannya. oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini terutama dari Ibu Jamilah selaku dosen matakuliah kewirausahaan.
Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya bilamana ada kesalahan dalam proposal ini. Kritk dan saran selalu kami harapkan demi kesempurnaan tugas

 

 

 

 

 

Bekasi, 22 Desember 2019



Penulis

 

DAFTAR ISI 

Kata Pengantar .....................................................................................   
Daftar Isi ................................................................................................  1 
Executive Summary ............................................................................   3

BAB I PENDAHULUAN  
1.1. Identitas Perusahaan ............................................................      5 
1.2. Bidang Usaha dan Bentuk Hukum Usaha  ...........................    5 
1.3. Visi dan Misi Perusahaan.....................................................      4 
1.3.1 Visi  ............................................................................      4 
1.3.2 Misi  ............................................................................    4 
1.4. Tujuan dan Sasaran Perusahaan  ..........................................    5 
1.5. Analisis Kompetensi SDM ...................................................    5
1.6. Rencana Pengembangan Usaha  ..........................................      5 
1.7. Keberhasilan Usaha .............................................................      5
1.8. Analisa SWOT .....................................................................      6 
1.8.1 Strength (Kekuatan) ....................................................    6 
1.8.2 Weakness (Kelemahan) ..............................................    6 
1.8.3 Opportunity (Peluang) ................................................    6 
1.8.4 Treath (Ancaman) .......................................................    7 

BAB II ASPEK PASAR DAN RENCANA PEMASARAN  
2.1. Gambaran Umum Pasar  ......................................................      8 
2.2. Analisa Pemasaran  ..............................................................    8
  2.2.1. Konsumen ............................................................      8 
                       2.2.2. Perkiraan Jumlah Permintaan (Konsumen)............     8 
   2.2.3. Strategi Pemasaran  .................................................   9 
   2.2.4. Analisis Pesaing  ...................................................   10 
   2.2.5. Peluang Usaha  ......................................................   12 
           
BAB III ASPEK PRODUKSI 
            3.1. Produk dan Jasa ....................................................................    13
            3.2. Proses Produksi  ....................................................................    13
3.3. Jumlah Tenaga Kerja  ............................................................   14
3.3.1. Manager Proyek….....................................................  
14
3.3.2. Sekretaris  ..................................................................  
15
3.3.3. Keuangan . .................................................................  
15
3.3.4. HRD ………...............................................................  
15
3.3.5. Programmer . .............................................................  
15
3.3.6. Teknisi……................................................................  
15


  
BAB IV ASPEK KEUANGAN  

            4.1. Rencana Anggaran Biaya  ....................................................  

BAB V PENUTUP  
16
5.1. Kesimpulan  .........................................................................  
18
5.2. Saran  ...................................................................................  
18
 
 

 

Executive Summary  

 
Smart city  merupakan sebuah terobosan terbaru dalam bidang teknologi informatika. Smart city dapat digunakan oleh badan institusi pemerintah untuk melakukan pemantauan dalam berbagaib aspek terlebih soal kemacetan yang sering terjadi di Jakarta.
Nodeflix merupakan perusahaan yang bergerak dalam perencanaan dan pelaksanaan kota pintar. Nodeflix dapat membuatkan sebuah sistem terintegrasi yang mudah dioperasikan dan juga sangat user friendly. Dalam perencanaan kota pintar atau smart city, Arkanis Vision menyediakan banyak sekali fitur untuk terciptanya sebuah kota yang lebih aman,nyaman dan tentunya menurunkan angka kriminalitas, fitur-fitur tersebut mencakup antara lain :
1.      Face recognition
2.      People Trajectory
3.      Vehicle Counting and Classification
4.      License Plate Recognition
Fitur-fitur tersebut dirasa cukup untuk menunjang dalam pembangunan kota pintar atau smart city
 
 






BAB I  

PENDAHULUAN  
  

1.1     Identitas Perusahaan 

Perusahaan ini bernama Arkanis Vision yang bergerak dalam perencanaan dan pembangunan kota pintar. Tujuan dari berdirinya perusahaan ini adalah untuk menerapkan konsep smart city dengan teknologi Computer Vision untuk Indonesia dan menciptakan ekosistem kota yang lebih aman dan nyaman.

1.2     Bidang Usaha dan Bentuk Hukum Usaha 

Badan usaha yang kami dirikan ini baru dan belum mempunyai badan hukum yang tatap, namun dalam perkembangannya nanti kami akan mengajukan pembuatan NPWP agar kami mempunyai badan hukum yang tetap. Untuk teknologi yang kami gunakan bersifat fleksibel dan sesuai dengan permintaan client. 
  

1.3 Visi dan Misi Perusahaan  

1.3.1 Visi 

Menjadi Developer smart city dengan teknologi Computer Vision pertama di Indonesia, dengan kerja maksimal untuk terciptanya ekosistem kota yang lebih baik

1.3.2 Misi


Misi dari Arkanis Vision adalah untuk menciptakan kota pintar untuk menunjang keamanan dan kenyamanan para penduduknya.
 

1.4 Tujuan dan Sasaran Perusahaan 

Tujuan dari perusahaan ini adalah untuk membangun suatu Sistem untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti sebuah tindak criminal. Baik kejahatan lalu lintas dan lan sebagainya.
Sasaran perusahaan ini adalah pemerintah kota dan juga institusi negara yang membutuhkan sistem ini.
  
1.5 Analisis Kopetensi SDM 
Tim kami mempunyai Sumber Daya yang berkualitas untuk menjalankan usaha di bidang computer vision, computer science dan machine learning, di buktikan dengan pekerja yang sudah berpengalaman dan tersertifikasi dibidangnya masing-masing

1.6 Rencana Pengembangan Perusahaan

Perusahaan ini akan dikembangan berdasarkan visi dan misi yang sudah menjadi komitmen semenjak awal perusahaan ini dibentuk. Langkah-langkah yang akan kami lakukan antara lain sebagai berikut:
1.      Mensosialisasikan tentang konsep smart city kepada masyarakat,pemerintah,dan juga institusi yang berwenang.
2.      Merekrut dan mentraining karyawan untuk menjamin daya kerja perusahaan agar tetap prima.

1.7 Keberhasilan Perusahaan                                   

Kami yakin perusahaan ini akan dapat diterma oleh semua pihak dan dapat berkembang dengan pesat, dikarenakan perusahaan yang bergerak dalam konsep smart city masih sangat sedikit di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Dengan komitmen bekerja dan juga kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan kami. Kami yakin bahwa perusahaan ini akan menjadi Developer terdepan dalam urusan perencanaan kota pintar.

1.8 Analisa SWOT  

1.8.1 Strength (Kekuatan) 

Kekuatan dari Perusahaan ini adalah : 
1        Memiliki sumberdaya yang sangat berkualitas
2        Menggunakan Teknologi terbaru.
3        Dapat bekerja sesuai targer yang ditentukan.
4        Memberikan pelayanan dan hasil yang memuaskan. 
5        Salaha satu developer terbaik di Indonesia.
  

1.8.2 Weakness (Kelemahan) 

Kelemahan dari Perusahaan ini adalah : 

1.      Membutuhkan modal yang besar.
2.      Konsep smart city yang kurang tersosialisasi

1.8.3 Opportunity (Peluang) 

  Peluang dari perusahaan ini adalah : 
1.      Smart city merupakan hal baru di Indonesia 
2.      Perusahaan yang bergerak dalam perencanaan kota pintar sangat sedikit.
3.      Datang dengan konsep yang sudah matang. 
 
1.8.4 Threat (Ancaman)   
1.      Masih banyak oknum pencuri cctv dan perusak cctv
2.      Kurangnya modal yang dimiliki oleh perusahaan saat ini.
 
 
  
  
  
  
  
 



  
  
 







BAB II  
ASPEK PASAR DAN RENCANA PEMASARAN  

2.1     Gambaran umum pasar         

Prospek pasar dibidang pembuatan system smart city luas, Kami berfokus untuk membuat system smart city yang memiliki pendapatan yang tinggi, dan kesibukan bisnis yang tinggi. Untuk itu kami berfokus pada ibu kota di seluruh provinsi indonesia.

2.2     Analisa Pemasaran 

2.2.1. Konsumen  

a. Sasaran Utama Konsumen   
1.      Pemerintah Ibu kota dan kota-kota besar setiap Provinsi di Indonesia.

2.2.2. Perkiraan Jumlah Permintaan ( Konsumen )                          
Dari data persediaan product dan jasa di atas dapat di perkirakan jumlah permintaan dan penawaran setiap bulannya dari konsumen dengan data sebagai berikut :






  Analisa Penjualan produk dan jasa dalam bulan ke 1-3 
Product dan Jasa
Harga Satuan
Jumlah Permintaan
Total
Keterangan
Desain Sistem smart city
Rp 5.000.000,-
4
Rp 20.000.000,-
 
Membuat system smart city





Rp.1 M,-
2
Rp 1 M,-
 
Optimasi smart city yang ada
Rp 25.000.000,-
2
Rp 50.000.000,-
 
Perbaikan Sistem yang rusak





Rp 10.000.000,-
4
Rp 40.000.000,-
 
Pemasangan Alat
Rp 5.000.000,-
2
Rp 10.000.000,-
 
Pemeliharan alat
-
-
-
gratis
Total Perkiraan Permintaan
 
14
Rp
1.120.000.000,-
 


2.2.3.  Strategi Pemasaran 

a. Keterangan Produk   
Produk yang akan di jual berupa pelayanan jasa yang di kerjakan oleh anggota tim yang sudah memiliki skil dan keterampilan di masing-masing bidang.
b. Keunggulan Produk dan Jasa
Produk yang kami sediakan memiliki kualitas yang baik, dan system yang terintegritas. Selain produk, jasa perawatan yang kami sediakan bersifat gratis, dan dicek secara berkala sebulan sekali. Hal tersebut dilakukan agar konsumen puas telah mempercayai perusahaan kami.





c.    Harga Produk

Harga yang di tawarkan itu bergantung pada tingkat atau level permintaan dari klien banyaknya modul yang dibutuhkan.
d.   Jalur Penjualan

Penjualan Produk dan jasa akan Kami lakukan baik dengan mengajukan proposal aplikasi kepada pemerintah provinsi atau pun kota-kota besar di Indonesia.

e.    Promosi

Untuk promosi priorotas utama kami adalah melalui presentasi langsung ke-kantor kantor dan lembaga yang membutuhkan sebuah sistem smart city untuk kota-kota di Indonesia.
f.     Garansi

Setiap Penjualan jasa yang kami lakukan akan kami berikan garansi yaitu maintenance aplikasi selama 6 bulan setelah kontrak berakhir. 
  

2.2.4.  Analisis Pesaing 

a. Tahap Survey Pesaing  
Tahap survei yang kami lakukan untuk menganalisis pesaing di Indonesia yang akan kami jalankan yaitu dengan meninjau  produk-produk smart city di Asia Tenggara.
b. Jumlah Pesaing  
Dari survei yang kami lakukan ada beberapa perusahan di Asia Tenggara yang  telah membuat system smart city yaitu :
Daerah Lokasi
Jumlah
Singapura
3
Malaysia
1
Thailand
1


 Keunggulan dan Kekurangan Pesaing  
Dari data yang kami kumpulkan ada beberapa kelebihan dan kekurangan pesaing

Kelebihan :

1.      Tenaga Ahli yang lebih banyak
2.      Jumlah Sistem yang sudah buat
3.      Tingkat kepercayaan konsumen yang sudah tinggi

Kekurangan :

1.      Tingkat Pelayanan jasa yang masih kurang nyaman dan
ramah
2.      Keterlambatan waktu perbaikan komputer bahkan untuk instalasi komputer itu mencapai 1 hingga 2 hari
3.      Semua bentuk pelayanan jasa mempunyai nilai bayar


2.2.5 Peluang Usaha 

Dari beberapa kekurangan yang ada pada pesaing, maka kami bisa melihat peluang pasar yang cukup menguntungkan, dimana untuk menarik pelaggan kami menyediakan layanan maintenance dan konsultasi masalah IT secara gratis. Kami juga mengutamakan pelayanan jasa yang cepat. Hal inilah yang akan membuat peluang usaha pembuatan system smart city di Indonesia cukup tinggi.









 
 
 


BAB III
ASPEK PRODUKSI

3. Produk dan Jasa

Berikut ini merupakan produk atau jasa yang kami tawarkan :

1.      Face Recognation (Pengenalan Wajah)
2.      People Trajectory (Lintasan Pejalan/Orang)
3.      Vehicle Counting and Classification (Penghitung dan Klasifikasi Kendaraan )
4.      License Plate Recognition ( Pengenalan Plat Kendaraan)

Dari keempat produk tersebut terdapat pekerjaan developer sesuai dengan kontrak yang ditawarkan kepada client. Berikut ini pekerjaan developer:

·         Setup Penemptan Kamera
·         Pembuatan program License Plate Recognition
·         Perancangan Database
·         Integrasi Alat dengan Database
·         Optimasi Kecepatan deteksi
·         Kemanan protocol dari Alat
·         Maintenance dan Update

Jenis layanan yang kita tawarkan dari perusahaan kami diantaranya:
       Mendesain sebuah sistem kota pintar
       Membuat sistem kota pintar dengan Teknologi Computer Visison
       Optimasi sistem kota pintar yang sudah ada
       Perbaikan sistem yang rusak
       Pemasangan alat
       Pemeliharaan alat








3.2  Proses Produksi


A.    Adapun proses pemesanan serta pembuatan sistem kota pintar, diantaranya :

1.      Pertemuan atau rapat antara client dengan pihak developer untuk membahas sistem yang ingin dibuat.
2.      Mencatat kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk sistem tersebut.
3.      Lalu pihak developer akan menawarkan desain awal sistem kota pintar .
4.      Survey lokasi oleh developer, teknisi, serta client.
5.      Pertemuan kedua developer mempresentasikan estimasi lama pengerjaan dan estimasi biaya yang diperlukan. Jika client setuju maka akan mendatangani surat persetujuan pembayaran dan sebagainya.
6.      Developer akan membuat sistem kota pintar.
7.      Pemasangan alat atau hardware pada lokasi sistem oleh teknisi.
8.      Setelah selesai developer akan bertemu kembali dengan client untuk penyerahan system


3.3  Jumlah Tenaga Kerja


Terdapat 6 departemen dengan jumlah tenaga kerja yang berbeda antar departemen. Misalnya pada departemen programmer dan teknisi jumlah tenaga kerja berbeda-beda tergantung dari tingkat kesulitan proyek. Keenam departemen tersebut mempunyai tugas dan tanggung jawab masing - masing :

3.3.1 Manager Proyek ( 5 orang ) 1 orang/proyek
       Mengatur semua tugas yang developer
       Melakukan pemecahan masalah apabila terdapat kendala
       Melakukan penjadwalan pengerjaan setiap modulenya
       Melakukan meeting dengan client di dalam ataupun diluar kantor


3.3.2 Sekretaris  (5 orang) 1 orang/proyek
       Melakukan pencatatan client yang datang
       Melakukan pencatatan kinerja dari setiap pekerja
       Bertanggung jawab dengan IT Project Manager

3.3.3        Keuangan (5 orang) 1 orang/proyek
       Melakukan estimasi biaya proyek
       Mengelola keuangan
       Membuat laporan keuangan

3.3.4 HRD (3 orang)
       Mengelola kinerja staff
       Mengelola programmer dan teknisi yang cocok dengan proyek
       Mengelola programmer dan teknisi yang ingin bergabung dengan proyek

3.3.5 Programmer  ( 3-5 orang/proyek )
       Melakukan design sistem kota pintar
       Membuat sistem kota pintar berdasarkan permintaan client
       Melakukan testing terhadap sistem yang sudah dibuat
       Perbaikan sistem jika sistem yang ada terdapat bug atau rusak
       Optimasi sistem yang sudah ada.
       Melakukan perawatan system

3.3.6 Teknisi ( 5-10 orang/proyek )
       Melakukan pemasangan alat di lapangan
       Melakukan perawatan alat atau perangkat keras di lapangan


BAB IV  
ASPEK KEUANGAN  

4.1  Rencana Anggaran Biaya 
Anggaran biaya merupakan catatan kebutuhan pengeluaran saat ingin membuat sebuah perusahaan. Total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 78.890.000 (Tujuh Puluh Delapan Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah). Berikut ini adalah rincian pengeluarannya
Kebutuhan Modal Awal :
NO
PERALATAN
SATUAN
HARGA/SATUAN
JUMLAH
1
Sewa Ruangan
1 tahun
 Rp 50.000.000 
 Rp 50.000.000 
2
Komputer
2 set
 Rp 3.000.000 
 Rp 6.000.000 
3
Meja dan Kursi Kantor
 3 set
 Rp 1.000.000 
 Rp 3.000.000 
4
Telfon
1 buah
 Rp 500.000 
 Rp 500.000
5
Kabel Rol
4 buah
 Rp 35.000 
 Rp 140.000 
6
Printer within Scanner
2 set
 Rp 700.000 
 Rp 1.400.000
7
Kamera Tersembunyi
1 set
 Rp 3.500.000 
 Rp 3.500.000
8
Papan Tulis
1 set
 Rp 250.000 
 Rp 250.000 
9
Pemasangan WIFI
2 set
 Rp 1.250.000 
 Rp 2.500.000
10
Speaker
1 set
 Rp 500.000 
 Rp 500.000
11
Alat Kebersihan
1 set
 Rp 100.000 
 Rp 100.000
12
Dispenser
1 buah
 Rp 350.000 
 Rp 350.000
13
Kulkas Kecil
1 buah
 Rp 500.000 
 Rp 500.000
TOTAL
 Rp 68.390.000 

Biaya Bulanan :
NO
PERALATAN
JUMLAH
1
Biaya Listrik
 Rp 2.000.000 
2
Biaya Air
 Rp 1.500.000 
3
Biaya Telfon
 Rp 2.000.000 
4
Biaya WIFI
 Rp 2.500.000
TOTAL
 Rp 8.000.000


Perlengkapan Bulanan :
NO
PERLENGKAPAN
SATUAN
HARGA/SATUAN
JUMLAH
1
ATK
1 set
 Rp 500.000
 Rp 500.000 
2
Kertas A4 80gr
5 rim
 Rp 80.000 
 Rp 400.000 
3
Amplop Coklat Besar
 5 dozens
 Rp 60.000 
 Rp 300.000 
4
Amplop Coklat Kecil
3 dozens
 Rp 50.000 
 Rp 150.000
5
Amplop Putih
5 dozens
 Rp 30.000 
 Rp 150.000 
6
Biaya Tak Terduga
1 Bulan
 Rp 1.000.000 
 Rp 1.000.000
TOTAL
 Rp 2.500.000

            Maka untuk perealisasian awal membutuhkan dana atau modal awal sebesar :
c.       Kebutuhan Modal Awal              :  Rp 68.390.000
d.      Biaya Bulanan                              :  Rp   8.000.000
e.      Perlengkapan Bulanan                 :  Rp   2.500.000
                                                                                   
TOTAL MODAL     Rp 78.890.000

  




  



BAB V
PENUTUP     
5.1  Kesimpulan           
Arkanis Vision didirikan atas dasar rasa tanggung jawab oleh pemuda bangsa, sebagai upaya partisipatif untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia melalui keterampilan, peluang, dan niat baik yang harus kita lakukan. Kami didesak untuk mengambil peran kami sebagai katalis kuat revolusi bangsa dalam kemajuan teknologi. Kami ingin menjadi pemain besar di industri yang menginspirasi hal-hal besar berikutnya yang akan dibawa negara ini ke dunia.
 
5.2  Saran  
Agar pelaksanaan suatu usaha dapat berjalan lancar, kami mempunyai beberapa saran,antara lain: 
1.      Terus mengikuti perkembangan teknologi.
2.      Mempunyai etos kerja yang tinggi. 
3.      Selalu mendengarkan kritik dan saran dari orang lain. 
4.      Mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan inovatif demi menyukseskan program smart city. 
5.      Mengutamakan kepuasaan yang dirasakan oleh public.  


Tugas Softskill Proposal Perusahaan

Posted by : vino
Sabtu, 28 Desember 2019
0 Comments

MAKALAH

PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA













Mata Kuliah : Pengantar Bisnis Informatika

Dosen : JAMILAH, SKom., MT



Disusun Oleh :

Nama : Alvino Arya Ramadhan

Kelas : 4IA18

NPM : 50416662



UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA








1.       REGULASI DAN PROSEDUR PENDIRIAN PERUSAHAAN



1.1.    Bentuk-Bentuk Badan Usaha

Pengertian badan usaha adalah kesatuan yuridis/hukum dan ekonomis yang memiliki tujuan untuk mencari laba atau keuntungan. Ada banyak contoh dan jenis-jenis badan usaha yang ada di Indonesia, bisa berupa koperasi, badan usaha milik negara (BUMN) dan juga badan usaha milik swasta (BUMS) [1].



1.1.1. Koperasi

Koperasi menjadi salah satu jenis usaha di Indonesia yang cukup dikenal. Pengertian koperasi adalah badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan dimana tujuan koperasi adalah untuk mensejahteraan anggotanya dan ikut membangun tatanan perekonomian nasional.



1.1.2. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Badan Usaha Milik Negara atau disingkat BUMN adalah badan usaha yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Status pegawai badan usaha-badan usaha tersebut adalah karyawan BUMN, bukan sebagai pegawai negeri.

Beberapa jenis badan usaha milik negara yaitu :

1.       Perusahaan Jawatan (Perjan)

2.       Perusahaan Umum (Perum)

3.       Perseroan Terbatas (Persero)

4.       Perusahaan Daerah (PD)



1.1.3. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Selain BUMN, juga ada BUMS atau Badan Usaha Milik Swasta. Pengertian BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seseorang atau sekelompok orang tertentu. Berdasarkan peraturan undang-undang, BUMS hanya boleh mengelola sumber daya yang bersifat tidak vital.Beberapa jenis badan usaha milik swasta yaitu :

1.       Perusahaan Perseorangan

2.       Firma (Fa)

3.       Persekutuan Komanditer (CV)

4.       Perseroan Terbatas (PT)

5.       Yayasan





1.2.    Prosedur dan Legalitas Pendirian Usaha



1.2.1. Perseroan Terbatas (PT)

PT atau Perseroan Terbatas adalah Badan Hukum yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi dari pengurus dan pemegang saham perusahaan tersebut. Di dalam PT, Pemilik Modal (Pemegang Saham) tidak harus memimpin perusahaan dengan cara menunjuk orang lain di untuk menjadi Direktur atau Komisaris. Syarat umum pendirian perseroan terbatas (PT) adalah :



1.       Fotokopi KTP, NPWP & KK para pemegang saham dan pengurus, minimal 2 orang

2.       Foto Direktur ukuran 3x4 latar belakang merah

3.       Copy PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan

4.       Copy Surat Kontrak/Sewa Kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha

5.       Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung jika berdomisili di Gedung Perkantoran

6.       Surat Keterangan RT / RW (jika dibutuhkan, untuk perusahaan yang berdomisili di lingkungan perumahan) khusus luar jakarta

7.       Kantor berada di Wilayah Perkantoran/Plaza, atau Ruko, atau tidak berada di wilayah pemukiman

8.       Surat Keterangan Zonasi dari Kelurahan

9.       Stempel Perusahaan






2.      SDM DAN ORGANISASI



2.1.    Struktur Organisasi

Struktur Organisasi dalam sebuah organisasi biasanya digambarkan dalam bentuk Bagan Struktur Organisasi (Organization Chart) yaitu suatu diagram yang menggambarkan pengaturan posisi pekerjaan dalam Organisasi yang diantaranya juga termasuk garis komunikasi dan wewenangnya[3].



2.1.1. Struktur Organisasi Fungsional

Merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi.



2.1.2. Struktur Organisasi Divisional

Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis



2.1.3. Struktur Organisasi Matriks

Merupakan kombinasi dari Struktur Organisasi Fungsional dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi tersebut



2.2.    Deskripsi dan Spesifikasi Tugas

Deskripsi Jabatan atau Job Description adalah uraian yang mencakup pekerjaan dasar suatu jabatan yang termasuk tugas, wewenang, tanggung jawab dan informasi-informasi penting lainnya yang melekat pada jabatan tersebut. [4].



2.3.    Sistem Penggajian

Sistem pengajian adalah mengembangkan sekumpulan prosedur yang memungkin perusahaan untuk menarik, menahan dan memotivasi staf yang diperlukan, serta untuk mengendalikan biaya pembayaran gaji. Sistem penggajian dan pengupahan adalah jaringan prosedur  yang terdiri dari sebagai berikut[5]:

1.       Prosedur pencatatan waktu hadir

2.       Prosedur pencatat waktu kerja

3.       Prosedur pembuatan daftar gaji

4.       Prosedur distribusi biaya gaji

5.       Prosedur pembayaran gaji






3.      ASPEK PEMASARAN



3.1.    Spesifikasi Produk/Jasa

Spesifikasi Barang/Jasa adalah berupa rincian-rincian atau uraian-uraian keterangandari sebuah barang/jasa. Penggolongan berdasarkan kecepatan konsumsi (rate of consumption) dan kekonkritannya (tangibility) [6]:

1.                Barang Tahan Lama : barang konkrit yang dapat digunakan berulang kali. Contoh : Televisi, Sepatu, dll.

2.                Barang Tidak Tahan Lama : barang konkrit yang hanya dapat digunakan sekali atau beebrapa kali. Contoh : Sabun, Makanan, dll.

3.                Jasa : kegiatan manfaat atau kepuasan yang dijual.

4.                Contoh : dokter, pangkas rambut, dll.



3.2.    Segmentasi Produk/Jasa

Pasar itu bersifat heterogen oleh karena itu sulit kiranya bagi perusahaan untuk memasarakan produknya (kecuali produk tertentu seperti garam) tanpa mengadakan segmentasi pasar. Adapun definisi segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen[7].



3.3.    Analisis Situasi Pasar

Analisa pasar merupakan langkah pertama dalam merencanakan strategi yang sesusai dengan kondisi pasar untuk menangkap peluang dan mengembangkan usaha. Analisis pasar dan pemasaran pada tingkat lanjut adalah dengan melakukan analisa dan peramalan permintaan[7].



3.4.    Analisis Pesaing

Analisa pesaing adalah satu dari aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang cukup siginifikan. Analisis aspek pemasaran ini menjadi penentu dimana posisi kita dalam dunia bisnis. Pesaing merupakan perusahaan yang memproduksi atau memasarkan barang dan jasa yang memiliki kemiripan dengan produk yang kita hasilkan/tawarkan [7].



3.5.    Strategi Promosi

Promosi merupakan ujung tombak dari aspek pemasaran dalam pengelolaan usaha. Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan produknya kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan pembelian.

Bauran promosi atau disebut dengan Promotional Mix dalam aspek pemasaran adalah kombinasi strategi terbaik dari faktor yang terkait dengan periklanan, penjualan langsung, dan berbagai alat untuk promosi yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan[7].



3.6.    Media Promosi Berbasis IT

Teknologi memiliki pengertian proses untuk meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk, produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian intergal dari suatu sistem. Maka dapat disimpulkan era Teknologi adalah masa dimana produk selalu didaur atau dicpta untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satu teknologi yang sedang mumpuni pada zaman sekarang ini salah satunya adalah media sosial[8].





4.      ASPEK KEUANGAN

Aspek keuangan bertujuan untuk mengerahui perkiraan pendaan dan aliran kas proyek/bisnis , sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya rencana bisnis yang dimaksud. Aspek keuangan sebenarnya hanya merupakan akibat dari aspek pasar dan teknis, karena dari kedua aspek tersebut aspek keuangan cukup menjabarkan dalam bentuk aliran kas yang diharapkan akan diterima[9].



4.1.    Komponen Biaya/Anggaran Perusahaan

Komponen-komponen di dalam penyusunan anggaran komprehensif meliputi[10]:



4.1.1. Rencana Subtantif (Subtantive Plan)

Rencana subtantif merupakan rencana yang mencerminkan tujuan yang ingin dicapai perusahaan (baik jangka panjang dan jangka pendek). Dengan mengambarkanstrategi-strategi perusahan, rencana spesifik, dan program organisasi serta komitmenmanajemen yang sejalan dengan pencapaian jangka panjang dari tujuan danperencanaan perusahaan.



4.1.2. Rencana Keuangan (Finansial Plan).

Rencana keuangan merupakan penyajian secara lebih terperinci, yangmenerapkan tujuan manajemen, strategi yang di rencanakan, perencanaan dan kebijakan manajemen untuk periode waktu tertentu.



4.2.    Estimasi Biaya/Satuan Biaya

Estimasi biaya merupakan pengembangan hubungan yang baik antara objek biayadengan penggerak biayanya untuk Tijuana memprediksi biaya..estimasi biaya menfasilitasi mnajemen strategi dengan dua cara penting.pertama,estimasi biaya membantu memprediksi biaya di masa yang akan datang dengan menggunakan penggerakbiaya berdasarkan aktivitas,volume,struktur,atau pelaksanaan yang di identifikasi sebelumnya.kedua,estimasi biaya membantu mengidentifikasi penggerak biaya utama untuk suatu objek biaya dan penggerak biaya tersebut yang paling berguna dalam memproduksi biaya[11].



4.3.    Penyusunan Anggaran/Investasi Perusahaan

Cara Menyusun Anggaran Perusahaan yang Sistemastis. Setiap laporan keuangan yang ingin dilaporkan didalam perusahaan harus tersusun secara sistematis, transparan serta lengkap. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya menghindarkan diri dari bahaya atau kesalahan hitung anggaran perusahaan[1].



4.3.1. Penentuan pedoman anggaran

Anggaran keuangan yang ada di sebuah perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan penyusunan anggaran selama setahun yang biasanya dipersiapkan beberapa bulan sebelum anggaran tahun berikutnya.



4.3.2. Persiapan anggaran keuangan

Perusahaan membutuhkan waktu persiapan anggaran keuangan perusahaan yang dilakukan setelah aktivitas manajemen puncak. Persiapan anggaran keuangan perusahaan ini tidak hanya dilakukan oleh tenaga bagian penyusun anggaran akan tetapi juga dibutuhkan kerjasama dengan tenaga keuangan serta tenaga umum yang ada di perusahaan tersebut.





4.3.3. Penentuan anggaran perusahaan

Tahapan penyusunan anggaran yang ketiga yauitu berupa penentuan anggaran perusahaan. Tahapan yang ketiga ini terdiri atas 3 tahapan yaitu :

1.       Perundingan antara masing – masing karyawan untuk menyesuaikan rencana akhir setiap komponen anggaran

2.       Melakukan koordinasi dan penelaahan komponen anggaran perusahaan

3.       Melakukan pengesahan serta pendistribusian anggaran secara merata



4.3.4. Pelaksanaan anggaran

Dalam tahapan ini dibutuhkan pengawasan dari kalangan manajer perusahaan pada masing – masing bagian yang melakukan tugasnya sendiri – sendiri. Setelah pengawasan sudah dilakukan oleh kalangan manajer selanjutnya manajer memiliki wewenang melaporkan pada seorang direksi di perusahaan. Inilah alur final dari penerapan anggaran di sebuah perusahaan.



4.4.    Penyusunan Cashflow Perusahaan

Laporan arus kas atau cash flow adalah laporan keuangan yang berisi tentang informasi penerimaan dan pengeluaran kas dalam sebuah perusahaan pada periode waktu tertentu. Karenanya laporan keuangan  arus kas dapat digunakan untuk melacak pemasukan dan pengeluaran dari seluruh kegiatan perusahaan [12].

Laporan arus kas atau cash flow sendiri terdiri dari 3 aktivitas berikut ini:

1.       Aktivitas Operasi (Operating Activities)

2.       Aktivitas Investasi (Investing Activities)

3.       Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)



4.5.    Time Value Of Money dan Tingkat Suku Bunga

4.5.1. Time Value Of Money

Time Value of Money banyak diartikan sebagai penilaian waktu dari uang yang ada di perusahaan. Istilah Time Value of Money ini biasa digunakan untuk pengambilan keputusan jangka panjang dengan penilaian waktu dari uang. Kondisi Time Value of Money di sebuah perusahaan saat ini memang sudah memegang peranan penting yang tidak bisa dilepaskan[13].

Kegitan time value of money adalah sebagai berikut :

1.       Tabungan

2.       Pinjaman Bank

3.       Asuransi Penilaian Proyek



4.5.2. Tingkat Suku Bunga

Suku bunga adalah persentase tertentu yang diperhitungkan dari pokok pinjaman yang harus dibayarkan oleh debitur dalam periode tertentu, dan diterima oleh kreditur sebagai imbal jasa. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman (kreditur) karena telah merelakan debitur (peminjam dana) untuk mendapatkan manfaat dari dana yang dimilikinya, alih-alih menggunakannya untuk tujuan lain[14].













4.6.    Kriteria Investasi

Keputusan investasi merupakan keputusan rasional, karena keputusan berdasarkan pertimbangan rasional. Dalam praktik, digunakan beberapa alat bantu atau kriteria-kriteria tertentu untuk memutuskan diterima atau ditolaknya rencana investasi. Kriteria – kriteria tersebut kriteria investasi (invesment criteria). Minimal ada empat kriteria investasi yang digunakan dalam praktik, yaitu[14]:

1.       Payback Period

2.       Benefit / Cash Ration

3.       Net Present Value

4.       Internal Rat of Return



4.7.    Pencatatan Keuangan Sederhana

Memiliki laporan keuangan yang baik, bukan hanya monopoli bisnis besar dengan sistem keuangan yang lebih kompleks, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh semua level bisnis, bahkan UKM. Dengan memiliki laporan keuangan yang baik, dan dibiasakan sejak awal bisnis, akan memudahkan penilaian pihak lain maupun internal perusahaan atas kinerja bisnisnya[15]:



4.7.1. Buku Arus Kas

Arus kas berfungsi untuk mencatat keluar-masuknya uang secara rill dalam suatu periode. Tujuan dibuatnya laposan arus kas ini untuk memberikan gambaran kegiatan manajemen dalam operasi, investasi, dan pendanaan.



4.7.2. Buku Persedian Barang

Ada dua metode dalam membuat laporan persediaan barang yaitu menggukanan metode fisik yang mengharuskan perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan dan metode perpetual (buku) di mana setiap jenis persedian dibuatkan rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persedian.



4.7.3. Buku Pembelian

Dalam buku ini, Anda hanya perlu mencatat transakis pembelian yang tidak dibayar dengan tunai. Pembukuan ini diisi secara teratur menurut tertib waktu faktur-faktur pembelian.



4.7.4. Buku Penjualan

Di dalam buku ini, Anda hanya perlu mencatat penjualan barang yang telah dilakukan dalam suatu periode tertentu. Laporan ini biasanya disertakan salinan faktur-faktur yang sudah dibuat. Ini bertujuan untuk mencocokkan harga beserta potong yang diberikan pada masing-masing produk.



4.7.5. Buku Biaya

Pada buku ini, Anda harus mencatat biaya yang dikeluarkan salama proses produksi dan pemasaran, atau biasa disebut biaya overhead saat produksi, seperti membayar karyawan, biaya listrik, telepon, sewa tempat usaha, dan lainnya.













4.7.6. Buku Utang

Pembukuan ini berisi laporan utang perusahaan yang harus dibayar pada periode tertentu kepada seseorang, lembaga, atau perusahaan lain. Pembukuan utang ini sangat diperlukan untuk mengetahui berapa nominal yang belum dibayarkan perusahaan kepada kliennya.



4.7.7. Buku Piutang

Berisi laporan pembayaran yang belum terlunasi. Dengan adanya laporan ini, Anda dapat memonitor sudah berapa lama piutang tersebut tidak tertagih sehingga Anda dapat mempercepat periode penarikan piutang.




5.      DAFTAR PUSTAKA





1 https://www.haruspintar.com/bentuk-bentuk-badan-usaha/

2. https://izin.co.id/artikel/syarat-pendirian-pt.php

3. https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-contoh-bentuk-struktur-organisasi/

4. https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2017/10/jenis-dan-spesifikasi-produk.html

5. https://www.kajianpustaka.com/2012/10/sistem-penggajian-dan-pengupahan.html

6. https://www.academia.edu/17854470/SPESIFIKASI_PRODUK

7. https://jurnalmanajemen.com/aspek-pemasaran/

8.https://www.kompasiana.com/putrynadiasafira3957/5b4df89f6ddcae2eb669c112/media-sosial-sebagai-media-promosi-baru-dalam-usaha-kuliner?page=all

9. https://www.scribd.com/doc/58275813/Analisis-Aspek-Keuangan

10.https://www.coursehero.com/file/p1b6ong/2-Komponen-Komponen-Di-Dalam-Penyusunan-Anggaran-Komprehensif-Komponen-komponen/

11. http://pojok-akuntansi.blogspot.com/2017/01/estimasi-biaya.html

12. http://ahlipresentasi.com/cara-menyusun-anggaran-perusahaan/

13. http://ahlipresentasi.com/pengertian-time-value-of-money/

14. https://www.seputarforex.com/artikel/apa-itu-suku-bunga-122127-31

15. https://www.cekkembali.com/kriteria-investasi/

16. https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-mudah-membuat-laporan-keuangan-sederhana-bagi-ukm/








MAKALAH PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA

Posted by : vino
Minggu, 17 November 2019
0 Comments

Definisi Bisnis

Dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi bagi kita dengan penyebutan istilah bisnis atau berbisnis.  Kata bisnis berasal dari bahasa Inggris yaitu busy yang berarti sibuk. Kata busy pada bahasa inggris lama yakni bisignis yang artinya keadaan dimana seseorang sibuk “state of being busy“. Sedangkan secara etimologi, bisnis yaitu keadaan dimana individu atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang dapat menghasilkan laba atau keuntungan.[1]


Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

Ada beberapa para ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang bisnis."Bisnis ialah suatu perusahaan yang berkaitan dengan produksi dan distribusi barang untuk dijual kembali ke pasaratau memberikan harga dalam setiap barang ataupun jasa"(Prof. Owen). "Bisnis ialah setiap perusahan yang memproduksi dan mendistribusikan serta menyediakan barang atau jasa yang diperlukan masyarakat dan atas dasar kesediaannya dalam membeli atau membayar"(Urwick dan Hunt).

Jenis-Jenis Bisnis

Bisnis berdasarkan jenis kegiatannya, dibagi menjadi 4 macam, yaitu :
  1. Bisnis Agraris
    Bisnis agraris adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lain sebagainya. Misalnya seperti, ikan, sapi, kambing, dan lain sebagainya.
  2. Bisnis Ekstraktif
    Bisnis ekstraktif adalah kegiatan bisnis yang dilakukan di bidang pertambangan, yaitu dengan cara menggali atau mengeruk bahan-bahan tambang yang dimiliki oleh perut bumi. Contoh bahan tambangnya adalah: batu bara, besi, emas, intan, tembaga, minyak, gas bumi, dan lain sebagainya.
  3. Bisnis Jasa
    Bisnis jasa adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan di bidang jasa yang menghasilkan atau menciptakan suatu produk yang tidak tampak atau tidak berbentuk. Misalnya seperti, pariwisata, jasa asuransi, pendidikan, kesehatan, kecantikan, dan lain sebagainya.[2]
  4. Bisnis Industri
    Bisnis industri adalah kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan di bidang industri manufacturing. Misalnya seperti, industri tekstil, pesawat terbang, rokok, kertas, garmen, dan lain – lain.

Tujan Bisnis

Di dalam dunia bisnis pasti memiliki sebuah tujuan, untuk apa bisnis tersebut dibangun dan dikembangkan. Tujuan utama dari sebuah bisnis adalah pastinya untuk memperoleh dan mendapatkan laba atau keuntungan dari barang atau jasa yang diproduksi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Namun, sebenarnya tidak hanya profit atau keuntungan saja yang dikejar oleh suatu perusahaan. Berikut ini beberapa tujuan bisnis, yaitu :
  • Untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan bisnis tersebut.
  • Untuk mendapatkan kesejahteraan bagi pemilik faktor produksi dan juga bagi masyarakat.
  • Untuk pengadaan barang atau jasa yang diperlukan oleh masyarakat.
  • Untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
  • Untuk meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
  • Untuk menunjukkan atau menampilkan eksistensi atau keberadaan suatu perusahaan dalam jangka waktu panjang.
  • Untuk menunjukkan atau menampilkan prestise dan prestasi.[2]

Manfaat Bisnis


  • Memperoleh Penghargaan/Pengakuan
  • Kesempatan Untuk Menjadi Bos
  • Menggaji diri sendiri
  • Atur Waktu Anda Sendiri
  • Masa Depan yang lebih cerah [3]


Definisi TIK

TIK adalah singkatan dari Teknologi Informasi Dan Komunikasi atau jika dalam bahasa Inggris ‘Information and Communication Technologies’, jika di singkat ‘ICT’ dapat di artikan sebagai payung besar terminologi yang mencakup semua peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan Informasi. Itulah secara singkat mengenai pengertian teknologi informasi dan komunikasi.

Kata teknologi yaitu berasal dari bahasa Yunani “technologia”, atau “techne” yang memiliki arti “keahlian” dan juga “logia” yang artinya “pengetahuan”. Dalam pengertian yang sempit dapat di artikan teknologi adalah merupakan suatu yang mengacu pada objek benda yang digunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, misalnya seperti mesin, perkakas, perangkat keras, dan lain-lain.[4]

Manfaat TIK dalam bisnis

Dengan memanfaatkan teknologi informasi di bidang bisnis akan memberikan dampak positif yang besar untuk jalanya bisnis yang kita bangun. Berikut beberapa manfaat penting teknologi informasi dalam bidang bisnis:


  1. Munculnya peluang bisnis baru (E-business), dengan semakin majunya teknologi dan informasi akan mendorong beberapa orang untuk menciptakan beberapa peluang yang sangat menguntungkan dan sebagai modal bisnis yang sangat menguntungkan.
  2. Mengurangi biaya produksi dan operasional, kemajuan teknologi dan informasi dapat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya produksi sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang besar dengan mengeluarkan pengeluaran yang sedikit.
  3. Mempermudah proses komunikasi dan monitoring setiap karyawan, mempermudah proses komunikasi dan monitoring setiap karyawan yang bekerja, sehingga karyawan tidak perlu repot-repot datang ke ruang rapat dan berkumpul bersama, dan bisa melakukan teleconference untuk saling berkomunikasi mengenai beberapa ide.
  4. Akses informasi dan penyebaran informasi, mempublikasikan berita melalui internet dapat tersebar luas dengan cepat dibandingankan dengan enggunakan fax atau pos.
  5. Komunikasi yang cepat, fasilitas yang ada di internet banyak membuktikan kecepatanya berkomunikasi dengan orang yang dituju, seperti E-mail yang telah banyak digunakan untuk mengirim dan menerima dokumen.[5]

Perkembangan Bisnis Informatika


Perkembangan bisnis informatika berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan sistem perangkat keras yang memungkinkan bisnis berfungsi lebih efektif dari sudut pandang TI, yang pada akhirnya memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi berdasarkan aplikasi teknologi informasi yang unggul.[6]

Profil Perusahaan



PT Mayora tbk adalah salah satu kelompok bisnis produk konsumen di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 17 Februari 1977. Tetapi yang akan dibahas kali ini adalah programer HRD dari perusahaan tersebut yang proses penerimaan tenaga kerja baru menggunakan perkembangan TIK

Jasa yang ditawarkan

Programer hrd membuat website khusus untuk penerimaan tenaga kerja baru dan juga tenaga kerja yang akan naik pangkat. Website tersebut hanya bisa diakses oleh calon tenaga kerja atau tenaga kerja yang ada. Hrd akan memberikan code atau alamat khusus yang hanya bisa diakses oleh mereka

Ruang Lingkup

Tidak hanya membuat website untuk region indonesia programer juga membuat untuk cabang perusahaan di negara-negara tetangga seperti filiphina , china , india , vietnam dan negara tetangga lainnya

Informasi tersebut saya dapat dengan mewancarai langsung programer.



Sumber :
[1] https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/02/10-pengertian-bisnis-menurut-para-ahli-secara-lengkap.html#Pengertian_Bisnis_Menurut_Para_Ahli
[2] https://www.nesabamedia.com/pengertian-bisnis/
[3] https://www.ngelmu.id/pengertian-bisnis/
[4] http://www.pengertianku.net/2014/10/mengenal-pengertian-tik-atau-teknologi-informasi-dan-komunikasi.html
[5] read:https://www.kompasiana.com/emijulaikah/57492108337b61ad0f7fa86a/manfaat-teknologi-informasi-di-bidang-bisnis
[6] http://cobhomepages.cob.isu.edu/informatics/majorSelection/whyInformatics.htm


Definisi Bisnis , TIK , Bisnis Informatika , dan Profil Perusahaan Bisnis Informatika

Posted by : vino
Selasa, 22 Oktober 2019
0 Comments

- Copyright © My Blog - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -