Siapa yang tidak kenal dengan karakter diatas?. Pasti semua orang sudah mengenalnya. Ia adalah karakter legendaris 2D Walt Disney yaitu Mickey Mouse. Pada postingan ini saya tidak akan membahas karater tersebut ,tapi saya akan membahas perkembangan teknologi untuk membuat animasi tersebut. 

Animasi.
Film animasi, atau biasa disingkat animasi saja, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak.



Perkembangan.
Ada dua proses pembuatan film animasi menurut perkembangannya, di antaranya adalah secara konvensional pada masa awal dan digital setelah ditemukannya teknologi komputer. Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional.

Secara konvensional pembuatan animasi menggunakan teknik celluloid merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer ke atas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Department. Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam. 




Animasi cel merupakan lembaran-lembaran yang membentuk animasi tunggal, masing-masing cel merupakan bagian yang terpisah sebagai objek animasi. misalnya ada tiga buah animasi cel, cel pertama berisi satu animasi karakter, cel kedua berisi animasi karakter lain, dan cel terakhir berisi latar animasi. Ketiga animasi cel ini akan disusun berjajar, sehingga ketika dijalankan animasinya secara bersamaan, terlihat seperti satu kesatuan. Misalnya seorang animator akan membuat animasi orang berjalan, maka langkah pertama dia akan menggambar latar belakang, kemudian karakter yang akan berjalan di lembar berikutnya, kemudian membuat lembaran yang berisi karakter ketika kaki diangkat, dan akhirnya karakter ketika kaki dilangkahkan.


Setelah perkembangan teknologi komputer di era 1980, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat dengan cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional, setiap detail kesalahan kadang-kadang harus diulang kembali dari awal.




Software animasi 2D biasanya digunakan untuk membuat animasi tradisional, dimana memiliki kemampuan dalam mengatur gerak, menggambar, sebagian bisa mengimpor suara dan mengatur waktu. Software yang digunakan biasanya adalah Macromedia flash,GIF animation dan corel Rave, swish max, After Effects, Moho, CreaToon, ToonBoom.



Semakin berkembangnya zaman teknologi animasi 2d mulai terkikis dengan kemunculan animasi 3d. Pembuatannya yang membutuhkan waktu yang lumayan lama menjadi kelemahan animasi 2d. Namun penggemar animasi yang satu ini masih tergolong sangat banyak seperti anime dari jepang yang banyak digemari berbagai kalangan. Maka dari itu beberapa animator mencoba mensiasati hal itu dengan menggabungkan kedua unsur animasi tersebut. Sebagai contoh untuk adegan biasa yang tidak membutuhkan frame banyak animator hanya menggunakan teknologi 2d sedangkan untuk adegan yang mengharuskan memakai banyak frame animator menggunakan teknologi 3d untuk menghemat waktu pembuatan. Animasi 3d akan saya bahas pada artikel selanjutnya.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Animasi
https://waniperih.weebly.com/cell-animation.html

Perkembangan Animasi 2D

Posted by : vino
Senin, 09 Oktober 2017
0 Comments

PENGERTIAN

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya . Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu.

SEJARAH SINGKAT

Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya.
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.


ANALISIS

Dahulu kesenian ini sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistis karena melakukan banyak atraksi berbahaya yang sembarang orang tidak bisa melakukannya. Namun seiring dengan berkembangnya waktu unsur mistis yang ada pada reog perlahan memudar. Hanya unsur seni dan beberapa gerakan serta atraksi akrobatik yang masih dipertahankan.






Kebudayaan Reog Ponorogo

Posted by : vino
Kamis, 23 Maret 2017
0 Comments

Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

MEME, SEBAGAI FENOMENA DI SOSIAL MEDIA

Kelas  :  1-IA23

Tanggal Penyerahan Makalah : 16 Januari 2017
Tanggal Upload Makalah  :  17 Januari 2017


P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.



P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
50416662
ALVINO ARYA RAMADHAN





Program Sarjana Teknik Informatika

UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul " Meme Sebagai Fenomena di Sosial Media ". Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma.

Dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan dalam berbagai sudut pandang, mohon kritikan dan saran  yang membangun agar pembuatan makala untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.



Bekasi,15 Januari 2017


Penyusun


DAFTAR ISI

Pernyataan......................................................................................................................... i
Kata Pengantar................................................................................................................. ii
Daftar Isi............................................................................................................................ iii

BAB I Pendahuluan.......................................................................................................... 1
1.      Latar Belakang....................................................................................................... 1
2.      Tujuan.................................................................................................................... 1
3.      Sasaran................................................................................................................... 1

BAB II Permasalahan....................................................................................................... 2
1.      Pengertian............................................................................................................................ 2
2.      Analisis SWOT.................................................................................................................... 2
BAB III Penutup
1.      Kesimpulan............................................................................................................. .............5
2.      Rekomendasi........................................................................................................................ 5
3.      Daftar Pustaka......................................................................................................... .............5



BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
            Dewasa ini, sosial media merupakan sarana masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun untuk menyampaikan aspirasi tersebut tidak hanya dengan menulis secara panjang lebar aspirasi mereka. Salah satu cara dengan menggunakan “meme” atau dibaca meem untuk menyampaikan aspirasi mereka melalui sindiran-sindiran berupa gambar guyonan atau lelucon dan sebagainya. Pada makalah ini saya akan menganalisis kekuatan dari meme tersebut menggunaka analisis SWOT.
2. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian meme.
b. Untuk mengetahui pengaruh meme bagi kehidupan sosial.

3. Sasaran
Mahasiswa/Rakyat/Netizen
Pelaku utama pembuat meme

BAB II
PERMASALAHAN
1. Pengertian Demonstrasi
Mimema (bahasa Inggris: meme /meem) adalah neologisme yang dikenal sebagai karakter dari budaya, yang termasuk di dalamnya yaitu gagasan, perasaan, ataupun perilaku (tindakan). Berikut merupakan contoh mimema: gagasan, ide, teori, penerapan, kebiasaan, lagu, tarian dan suasana hati. Mimema dapat replikasi dengan sendirinya (dalam bentuk peniruan) dan membentuk suatu budaya, cara seperti ini mirip dengan penyebaran virus (tetapi dalam hal ini terjadi di ranah budaya). Sebagai unit terkecil dari evolusi budaya, dalam beberapa sudut pandang mimema serupa dengan gen. Richard Dawkins, dalam bukunya The Selfish Gene, ia menceritakan bagaimana ia menggunakan istilah meme untuk menceritakan bagaimana prinsip Darwinisme untuk menjelaskan penyebaran ide ataupun fenomena budaya. Dawkins juga memberi contoh mimema, yaitu nada, kaitan dari susunan kata, kepercayaan, gaya berpakaian dan perkembangan teknologi.

Teori mimema menjelaskan bahwa mimema berkembang dengan cara seleksi alam (mirip dengan prinsip evolusi biologi yang dijelaskan oleh penganut Darwinisme) melalui proses variasi, mutasi, kompetisi, dan warisan budaya yang mana memengaruhi kesuksesan reproduksi di setiap individu. Dengan demikian, mimema menyebar berupa ide dan bila tidak berhasil maka ia akan mati, sedangkan yang lain akan bertahan, menyebar, dan (untuk tujuan yang lebih baik bahkan lebih buruk) akan bermutasi. “Ilmuwan memetika mempunyai pendapat bahwa mimema yang mempunyai ketahanan terbaik akan menyebar dengan efektif dan memengaruhi si objek (seorang individu).”

Jadi meme atau meem secara garis besar adalah neologi yang dikenal sebagai karakter dari budaya, yang termasuk di dalamnya yaitu gagasan, perasaan, ataupun perilaku (tindakan).

2. Analisis SWOT
1.      Kekuatan (Strength)
a.       Tempat menyampaikan aspirasi
Beberapa meme bermaksud menyampaikan aspirasi berupa keluh kesah dan sebagainya

b.      Tempat sarana mengkritik
Meme juga bisa dibuat untuk mengkritik seseorang atau suatu organisasi bahkan pemerintah.


c.       Sebagai sarana untuk mengasah kreatifitas
Untuk membuat meme yang menarik perhatian orang yang melihatnya harus dibutuhkan kreatifitas dalam pembuatannya.

d.      Sebagai sarana melepas jenuh
Beberapa meme juga membahas kehidupan sehari-hari yang bisa dibuat guyunan yang bisa mengobati jenuh




2.      Kelemahan (Weakness)
a.       Hanya meniru saja
Beberapa meme hanya meniru yang sudah ada.

b.      Sindiran yang dibuat terlalu keras
Beberapa meme berupa sindira teralu keras bagi yang dikritik bahkan frontal.

c.       Dapat berpotensi melanggar hukum
Jika melanggar hukum yang berlaku

d.      Dapat berpotensi menghina SARA
Beberapa meme yang awalnya hanya guyonan belaka tetapi bila diliat dari pandangan lain dapat berpotensi menghina suatu golongan.

3.      Peluang (Opportunity)
a.          Mendapat respon dari orang yang dikritik
Orang yang dikritik bisa merubah sikapnya.

b.         Adanya berita yang sedang hangat dibicarakan
Berita yang sedang hangat dibicarakan bisa menjadi bahan yang segar untuk membuat sebuah meme

c.          Mendapat perhatian dari dunia
Tidak jarang meme yang terkenal dan dapat perhatian lebih dari dunia

d.         Mengisi waktu luang
Demonstrasi bertujuan merubah negera menjadi lebih baik lagi





4.      Tantangan (Threats)
a.                Belum adanya hukum yang mengatur meme tersebut
Belum adanya hukum dapat membuat orang yang membuat meme dapat bebas melakukan apapun tanpa melihat sisi negatifnya.

b.                Melukai perasaan orang lain
Orang yang dijanakan guyonan bisa saja terluka perasaannya

c.                 Men-cap buruk sesuatu
Meme yang dibuat bisa men-cap buruk sebuah perkara padahal belum tentu suatu perkara tersebut buruk

d.                Terpengaruhnya moral anak bangsa
Meme yang negatif bisa mempengaruhi moral anak bangsa menjadi tidak baik.



















BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
a.      Meme merupakan sarana rakyat untuk menyuarakan aspirasi mereka.
b.      Meme dapat juga melepas jenuh
c.       Sebagai sarana mengasah kreatifitas
d.      Neologi yang dikenal sebagai karakter dari budaya, yang termasuk di dalamnya yaitu gagasan, perasaan, ataupun perilaku (tindakan).

2.      Rekomendasi
a.      Lebih baik kritik yang dibuat tidak terlalu frontal sehingga tidak menyinggung pihak tertentu.
b.      Seharusnya sebagai pembuat warga Negara yang bertanggung jawab tidak boleh menghina atau mengolok-olok suatu golongan
c.       Agar bisa dilirik dunia pembuat meme harus kreatif membuat meme yang menarik perhatian dunia
d.      Pemerintah seharusnya membuat suatu hukum untuk mengatur kebebasan dalam membuat meme agar tidak merugikan golongan tertentu.

3. Referensi
1.      Dawkins, Richard (1989). "11. Memes:the new replicators". The Selfish Gene (edisi kedua ed.). Oxford: Oxford University Press.
2.      The American Heritage Dictionary of the English Language: Fourth Edition, 2000
4.       https://www.tempo.co/topik/masalah/450/demonstrasi-unjuk-rasa



MEME, SEBAGAI FENOMENA DI SOSIAL MEDIA

Posted by : vino
Senin, 16 Januari 2017
0 Comments

TUGAS 10 ISD

Posted by : vino 0 Comments


TUGAS 9 ISD

Posted by : vino 0 Comments

- Copyright © My Blog - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -