#Sendai (川内) merupakan kapal pertama dari kapal penjelajah ringan kelas Sendai yang pernah berlaga dalam Perang Pasifik. Diperkenalkan pada 30 Oktober 1923 dan selesai di Galangan Kapal Mitsubishi Nagasaki pada 29 April 1924.

Debutnya pun langsung terjadi begitu seles
ai dibangun, kala itu berpatroli di Sungai Yangtze di Cina. Juga mengemban tugas penting dalam Pertempuran Shanghai pada awal Perang Sino-Jepang Kedua, lalu membantu pendaratan pasukan Jepang di bagian Selatan Cina. 20 November 1941, menjadi flagship Desron 3 yang termasyhur dibawah pimpinan Laksamana Shintaro Hashimoto.

Dan harus diakui, Sendai menjadi tulang punggung Armada Jepang yang ditakuti, berkat jasanya, kehokiannya dan...BERANI MATI

Saat Perang Pasifik pecah, Sendai mengawal transpor berisi Letjen Tomoyuki Yamashita dan Pasukan Tempur ke-25 Jepang yang menginvasi Malaya. Pukul 23:45 pada 7 Desember 1941, Sendai beserta Desron 3 (Ayanami,Isonami, Shikinami dan Uranami) membombardir Kota Bharu, Malaya. Lalu diserang oleh 7 Bomber RAAF Hudson, yang mengkaramkan salah satu transpor dan merusak 2 lainnya.

Lusanya, kapal selam I-65 sempat mengetahui posisi Armada Z Royal Navy (Kapal tempur Royal Navy HMS Prince of Wales, kapal tempur penjelajah HMS Repulse beserta 4 perusak). Sinyal jelek dan informasi yang salah membuat Air Flotilla ke-22 yang bermarkas di Indochina menghabisi Armada Z keesokan harinya.

19 Desember 1941, di sekitar Kota Bahru di Laut Cina Selatan, kapal selam Belanda HNLMS O 20 sempat mengetahui posisinya beserta 39 transpor tujuan Malaya. Malamnya, kapal selam Belanda tsb karam oleh perusak Uranami setelah diserang sejumlah depth charge dari Armadanya (dan pesawat pengintainya Sendai).

Sendai melakukan 3 misi transpor konvoi menuju Malaya, hingga yang ke-4 pada 10 Januari 1942, sempat diserang oleh kapal selam AS Seadragon bersyukur torpedonya nyasar. Dan pada ke-5, sempat terhalang oleh perusak HMS Thanet dan HMAS Vampire, namun berkat Shirayuki dan Sendai, Thanet karam dan Vampire dengan selamat balik ke Singapura.

Dari Februari hingga Maret, Sendai membantu pendaratan pasukan Jepang di Sumatra dan menyisir Selat Malaya. Akhir Maret mendaratkan Pasukan Divisi Infanteri IJA ke-18 di Pelabuhan Blair, Kep. Andaman. Akhir April balik ke Sasebo untuk diperbaiki.

Juga sempat berpartisipasi dalam Pertempuran Midway pada 29 Mei 1942, walau tanpa aksi satupun. Begitu juga dengan Operasi di sekitar Laut Hindia yang pupus usai pendaratan Amerika di Guadalcanal.

8 September, Sendai membombardir Tulagi, 4 hari berselang bersama perusak Shikinami, Fubuki & Suzukaze membombardir Lanud Henderson, Guadalcanal. Juga berpartisipasi dalam 2 Pertempuran Laut Guadalcanal. Dimana yang kedua lolos dari tembakan maut 16 inci dari kapal tempur USS Washington.

25 Februari 1943, ditugaskan ke Armada ke-8 pimpinan Laksamana Gunichi Mikawa, diperbaiki cukup lama hingga Sendai baru kembali berlaga pada 25 Juni 1943 tentu dengan hadirnya 2 senjata penangkis udara 25mm dan sebuah radar udara tipe 21. Mulai 7 Juli, Laksamana Baron Matsuji Ijuin mengkomandani Desron 3. Bulan berikutnya hanya membantu memperkuat pasukan Jepang disekitar Buin, Papua Nugini dan Shortland.

18 Juli 1943, sekitar Kolombangara, diserang oleh sejumlah pembom torpedo Grumman TBF Avenger dari Guadalcanal dan lusanya oleh pembom sedang North American B-25 Mitchell tapi lolos, dan paling greget pembom berat Consolidated B-24 Liberator pada 1 November 1943.

Besoknya pada 2 November 1943, dalam Pertempuran Teluk Empress Augusta, Armada Jepang menghadapi Task Force 39 kala berusaha memperkuat pasukan yang ada di Bouganville.

Kala Shigure mengetahui posisi musuh dan meluncurkan 8 torpedo ke musuhnya, ia bertabrakan dengan Shigure. Sendai menyadari satu hal yang membuat kita syok, ia langsung terbakar dan karam oleh tembakan 6 inci yang terarah dengan bantuan radar oleh seluruh ke-empat penjelajah Sekutu. 236 kru selamat, namun Kapten Shoji beserta 184 kru kapal tenggelam bersama kapalnya...

3 November 1943, Laksamana Ijuin dan 75 kru Sendai kembali diselamatkan oleh kapal selam Jepang RO-104.

Sendai dihapus dari daftar militer pada 5 Januari 1944.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_cruiser_Sendai , http://line.me/ti/p/%40jcv1198d

Sendai: The nightmare from Southern Kyūshū

Posted by : vino
Minggu, 05 November 2017
0 Comments

Maruyu (#マルゆ/#まるゆ) adalah salah satu kapal selam yang dimiliki oleh Jepang selama perang dunia kedua. Maruyu sebenarnya adalah sebutan dari Tentara Imperial Jepang (IJA) untuk kapal Type 3 submergence transport vehicle atau type 3 kendaraan transport selam (三式潜航輸送艇 San-shiki Senkou Yusoutei). Kapal tersebut merupakan salah satu kelas dari kapal selam transpor yang dibuat untuk IJA selama perang dunia kedua. IJA merencanakan membuat kapal ini sebanyak lebih dari 400 buah, akan tetapi hanya 38 yang selesai dibuat.

Kapal Maruyu terdiri dari dua tipe, yaitu Yu I dan Yu II. Yu I sendiri terbagi ke dalam empat kelas. Pembagian empat kelas didasarkan kepada empat tempat pembuatan yang berbeda.

Kelas pertama yaitu Yu-1 yang dibuat di Pabrik Kasado-Hitachi Ltd. Kapal pertama yang dibuat adalah Yu 1 yang selesai dibuat pada tanggal 31 Oktober 1943 (inilah alasan ultahnya hari ini). Kelas Yu 1 terdiri dari 25 kapal (Yu 1-Yu 25). 3 kapal tenggelam, 1 belum selesai dibuat, dan 21 kapal selamat.

Kelas kedua adalah Yu 1001 yang dibuat oleh Japan Steel Works. Ada 14 kapal yang dibuat, 1 tenggelam, 9 selamat, dan 4 kapal belum jadi. Kelas ketiga adalah Yu 2001. Kelas ini dibuat oleh Andou Iron Works di Pabrik Tsukishima. Ada 6 kapal yang dibuat dan empat belum jadi saat perang selesai. Kelas terakhir yaitu Yu 3001 yang dibuat oleh Pabrik Chousen Machinery-Jinsen. 9 kapal dibuat, 1 tenggelam, 2 selamat, sisanya belum jadi.

Yu II merupakan improvisasi dari Yu I. Kapal ini didesain dari kapal selam kelas Ha-101. Yu II yang dibuat hanya satu yaitu Ushio yang masih berupa prototype. Kapal ini belum selesai dibuat saat perang selesai.

Maruyu memiliki panjang 54 meter, berat 430 ton saat mengapung, dan 540 ton saat menyelam. Ia melaju dengan kecepatan 14.5 knot atau 26,9 km/jam saat mengapung dan 4.5 knot atau 8.3 km/jam saat menyelam. Ia mampu menyelam sedalam 150 meter. Ia mampu mengangkut barang seberat 40 ton. Armamentnya berupa Type 1 47mm AT gun sebanyak 1 buah dan 5 buah Type 98 20 mm AA gun.

Maruyu dibuat oleh IJA mengingat kekalahan hebat yang dialami selama kampanye Kepulauan Solomon. Kapal pertama dari Maruyu diserahkan kepada IJN pada tanggal 2 Agustus 1944. Setelah perang selesai, 34 kapal yang tersisa dipensiunkan dan kemungkinan besar dipreteli.


Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Type_3_submergence_transport_vehicle , http://line.me/ti/p/%40jcv1198d

IJA Maruyu

Posted by : vino 0 Comments

Kawakaze (江風) adalah kapal ke-9 dari Shiratsuyu-class Destroyer, dan kapal ke-3 IJN yang dibangun pada Maru Ni Keikaku (Circle Two Program). Ia menggunakan cara baca khusus seperti yang dia isyaratkan dalam game agar tidak salah membaca namanya. Dibangun pada 25 April 1935 di Fujinagata Shipyard, Kawazake kemudian diluncurkan 81 tahun yang lalu pada hari ini.

Saat penyerangan Pearl Harbour, Kawakaze berada dalam DesDiv 24, dan berangkat dari Palau sebagai bagian dari Invasi Philipina. Sejak Januari 1942, Kawakaze berpartisipasi dalam operasi di Hindia-Belanda termasuk saat Invasi Tarakan, Balikpapan, dan Makassar. Saat pertempuran Laut Java membantu menenggelamkan USS Pope, HMS Exeter, dan HMS Encounter, serta menyelamatkan 35 pasukan Inggris dari Exeter dan Encounter.

April 1942, Kawakaze membantu invasi di Panay dan Negros, Philipina. Kawakaze kembali ke Sasebo pada akhir Mei untuk perbaikan.
Setelah Pertempuran Midway, pada 14 Juli Kawakaze kembali ke Truk bersama Chitose.

21 Agustus, saat patroli di Guadalcanal, Kawakaze berhasil menengelamkan USS Blue. Ikut serta dalam pengeboman Henderson Field pada 24 Agustus. Melakukan misi transport "Tokyo Express" dan bertempur di Santa Cruz pada 26 Oktober.

Sejak Desember sampai Januari, Kawakaze terus melakukan misi tranport ke Guadalcanal dan Kolombangara. 9 Februari Kawakaze bertabrakan dengan Toun Maru. Dengan kerusakan cukup serius, Kuroshio mendereknya ke Rabaul untuk perbaikan darurat sehingga bisa kembali ke Sasebo pada akhir Maret. Setelah selesai diperbaiki, Kawakaze kembali ke Truk di akhir Mei.

7 Agustus 1943 dini hari bersama dengan Shigure, Hagikaze, dan Arashi, Kawakaze yang sedang dalam misi transport ketahuan oleh Armada USN di Vella Gulf. USS Dunlap, Craven, dan Maury meluncurkan 36 torpedo di tengah kegelapan malam yang berhasil mengenai keempat destroyer IJN. Setelah terbakar dan menerima beberapa tembakan Kawakaze tengelam bersama dengan Hagikaze dan Arashi. Shigure Selamat karena torpedo yang mengenainya tidak meledak

169 kru termasuk kapten Kawakaze tewas.

Kawakaze dicoret dari daftar IJN pada 15 Oktober 1943

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_destroyer_Kawakaze_(1936) , http://line.me/ti/p/%40jcv1198d

IJN Kawakaze

Posted by : vino 0 Comments
#Tanikaze (#谷風) adalah kapal perusak dari kelas Kagerou. Ia merupakan kapal ke-14 . Namanya berarti Valley Wind atau Angin lembah. Ia mulai dibuat pada tanggal 18 Oktober 1939 dan selesai dibuat pada 1 November 1940. Ia bertugas pada tanggal 25 April 1941.

Kala Perang Pasifik pecah, ia tergabung ke dalam DesDiv 17 bersana Urakaze, Isokaze, dan Hamakaze. Mereka menjadi escort saat Serangan Pearl Harbor. Mereka lalu mengantar armada Jepang dalam beberapa tempat seperti Pulau Wake, Rabaul, Port Darwin, selatan Jawa, Cilacap, Pulau Christmas, dan serangan Laut India. Kemudian mereka menjadi escort Armada Nagumo saat Pertempuran Midway pada tanggal 4 Juni 1942.

Saat pertempuran yang menjadi titik awal kekalahan Jepang tersebut, Jepang menderita kekalahan telak. 4 kapal induk utama tenggelam oleh musuh. Tanikaze ditugaskan oleh Admiral Chuuichi Nagumo untuk memastikan apakah kapal induk Hiryuu tenggelam, menenggelamkannya sesegera mungkin, serta menyelamatkan kru kapal tersebut. Ia saat melaju ke arah Hiryuu, ia terdeteksi oleh 61 pesawat US Dauntless dive bomber. Pesawat tersebut ditugaskan untuk menenggelamkan Hiryuu jika masih berlayar. Setelah tidak berhasil menemukan kapal induk tersebut karena sudah tenggelam, mereka memutuskan untuk mengebom Tanikaze. Berkat manuver agresif dari Tanikaze yang dikomando oleh Kapten Motomi Katsumi melalui gerakan zig zag, tidak ada satupun dari 61 dive bomber yang berhasil mengenai Tanikaze secra langsung. Tanikaze selamat walau dilaporkan mengalami kerusakan sedang.

Setelah itu Tanikaze bertugas melaksanakan misi transport ke Guadalcanal dan escort kapal IJN lainnta. Ia terlibat dalam Pertempuran Santa Cruz dimana ia mengantarkan kapal Chikuma yang mengalami kerusakan ke Truk pada tanggal 29 Oktober 1942.

Pada tahun 1943, ia terlibat dalam berbagai operasi transport dan escort kapal. Pada tanggal 5-6 Juli 1943, ia terlibat dalam pertempuran Teluk Kula. Di sana ia membantu menenggelamkan CL-50 USS Helena dan mengalami kerusakan ringan.

Karirnya berakhir pada tanggal 9 Juni 1944. Saat itu ia ditorpedo oleh kapal selam USS Harder (SS-257) di Sibutu Passage dekat Tawi-Tawi, sekitar 90 mil arah barat daya dari Basilan. Sebanyak 114 kru tewas dan 126 kru selamat termasuk kaptennya Letnan Komando Ikeda Shunsaku yang meninggal 2 hari kemudian akibat luka yang dideritanya. Kru yang selamat diangkut oleh Urakaze.

Dan 5 bulan kemudian Urakaze tenggelam oleh USS Sealion dan krunya tenggelam semua, termasuk yang awalnya dari kapal Tanikaze.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_destroyer_Tanikaze_(1940) , http://line.me/ti/p/%40jcv1198d


IJN Tanikaze

Posted by : vino 0 Comments


Hatsushimo (初霜) merupakan kapal keempat dari enam perusak kelas Hatsuharu, yang berlaga dalam Perang Pasifik. 3 kapal awal dibangun pada JFY 1931 dan 3 lainnya pada JFY 1933. Sisa 6 dari kelasnya dijadikan basis untuk kelas Shiratsuyu. Arti namanya adalah embun beku perdana.

Hatsushimo dibangun pada 31 Januari 1933, diperkenalkan pada 4 November 1933 dan ditugaskan pada 27 September 1934.

Begitu selesai, ia ditugaskan ke Armada Ke-2 IJN. Kala Perang Sino-Jepang kedua dari 1937, ia membantu pendaratan pasukan Jepang di Shanghai dan Hangzhou. Dari 1940, ia berpatroli dan membantu pendaratan pasukan Jepang di Cina Selatan dan berpartisipasi dalam invasi menuju Indochina Prancis.

Kala Perang Pasifik pecah, ia ditugaskan ke DesDiv 21 dari Desron 1 dari Armada Pertama IJN bersama Hatsuharu, Nenohi, dan Wakaba, dan menjaga perairan Jepang dalam patroli anti kapal selam. Dari akhir Januari 1942, menjadi bagian dari invasi ke Hindia Belanda yaitu "Operasi H", operasi pendaratan ke Kendari di Sulawesi pada 24 Januari, Makassar pada 8 Februari, serta Bali dan Lombok pada 18 Februari. Ia balik ke Sasebo Naval Arsenal pada akhir Maret untuk dirawat.

Dari Mei 1942, Hatsushimo ditugaskan di perairan utara, bersama Abukuma dan Desdiv 21 sebagai bagian dari Operasi AL guna mendukung Armada Utara pimpinan Laksamana Boshiro Hosogaya, berpatroli sekitar Attu, Kiska dan Kep. Amchitka hingga pertengahan Juli. Setelah balik dari Yokosuka, kembali melanjutkan misi transpor dan memperkuat posisi hingga Desember.

Kala balik ke Sasebo pada akhir 1942, senjata penangkis udara pom-pon diganti oleh penangkis udara berkaliber ganda 25mm tipe 96 senjata penangkis udara.

Hatsushimo kembali ke perairan utara dari Januari 1943, melanjutkan misi patrol dan memperkuat posisi Jepang yang ada di Kep. Aleutian. 26 Maret, ikut bertempur dalam Pertempuran Kep. Komandorski sebagai bagian dari Armada ke-5 IJN, namun gagal menemui Armada USN dari jarak jauh dengan torpedo. Bersama Nachi dan Maya mundur ke Yokosuka pada akhir Maret.

Hatsushimo kembali bergabung ke tempat yang sama pada pertengahan Mei, mengawal konvoi antara Paramushir dan Õminato hingga akhir Juni. Sebulan kemudian, berpartisipasi dalam evakuasi Aleutian sebagai bagian dari armada screening berisi perusak Wakaba, Naganami, Shimakaze dan Samidare. 26 Juli, Hatsushimo menabrak Wakaba di bagian belakang, dan ditabrak kembali oleh Naganami kala kabut tebal turun menyebabkan kerusakan yang lumayan. Kembali ke Yokosuka, turret X-nya diganti dengan penangkis udara 25mm dan Radar Tipe 22. Ia kembali berlaga pada pertengahan Oktober, dimana ia mengawal kapal induk ringan Ryūhō dan seaplane tender Chitose ke Singapura dan sebaliknya.

Dari 24 November, Hatsushimo mengawal kapal induk ringan Hiyō dari Kure menuju Truk via Manila, serta kembali ke Yokosuka bersama kapal induk ringan Unyō dan Zuihō pada akhir tahun.

Awal 1944, Hatsushimo langsung ditugaskan ke Armada Gabungan, dan melanjutkan misi pengawalan sekitar Yokosuka dan Truk. Kembali ke Sasebo pada 14 April, senjata penangkis udara 25mm dipasang bersama dengan Radar Tipe 22. Juni, ia berpartisipasi dalam Pertempuran Laut Filipina sebagai Armada Suplai Pertama, dan kembali mengawal sekitar Jepang dan Filipina selama September. Di Kure Naval Arsenal, penangkis udara 25mm dan Radar Udara Tipe 13 terpasang. Lalu kembali melanjutkan misi transpor dan mengawal ke Filipina selama November.

24 Oktober 1944, pasca Pertempuran Teluk Leyte, ia menyelamatkan 74 kru dari perusak Wakaba yang karam. Pada 15 November 1944, ditugaskan ke Armada Ke-2 IJN dan ditugaskan untuk mengawal antara Singapura dan Teluk Cam Ranh di Indochina Prancia hingg akhir tahun. Itu terjadi 2 hari pasca pemimpinnya Hatsuharu karam oleh serangan udara AS di laut dangkal sekitar Filipina.

Februari 1945 Hatsushimo mengawal kapal tempur Ise dan Hyūga dari Singapura menuju Kure kala Operasi Kita. Ketika di Kure, kembali dipasangi senjata penangkis udara berukuran 25mm. April 1945, menjadi bagian dari Armada Yamato kala Operasi Ten-Go. Yang mengejutkan, meski serangan udara Amerika kala itu benar-benar mengerikan, Hatsushimo justru lolos dari neraka dan setelahnya menyelamatkan kru dari Yamato, Yahagi dan Hamakaze.

Kemudian, ia ditugaskan ke Maizuru sebagai kapal latih dan penjaga area tersebut. Hingga suatu hari pada 30 Juli 1945, ia mengenai ranjau yang dijatuhkan dari udara kala diserang oleh pesawat USN dari TF38 di Teluk Miyazu, memaksa Hatsushimo mendaratkan kapalnya dengan 17 kru meninggal. Serangan inilah yang menjadikan Hatsushimo sebagai kapal perusak dan ke-129 sekaligus kapal terakhir yang karam kala Perang Pasifik berlangsung.


30 September 1945, Hatsushimo dihapus dari daftar militer. Reruntuhan kapalnya diangkat dan dipreteli sekitar 1948 dan 1949.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_destroyer_Hatsushimo_(1933) , http://line.me/ti/p/%40jcv1198d

Hatsushimo: The Last Sunken Ship from Japan

Posted by : vino 0 Comments



#Asagumo (#朝雲) adalah kapal perusak dari kelas Asashio. Ia merupakan kapal kelima. Dibuat pada tahun 1935, selesai pada tanggal 1937, dan mulai bertugas pada tahun 1938. Namanya berarti Awan Pagi.

Pada saat Perang Pasifik dimulai, ia tergabung ke dalam DesDiv 9 sebagai kapal flagship dari divisi tersebut dibawah komando Sato Yasuo. Mereka turut andil dalam invasi ke Filipina dan Hindia Belanda. Pada Pertempuran Selat Badung, ia turut andil dalam menenggelamkan kapal perusak Inggris HMS Electra akan tetapi menerima tembakan dan mengalami kerusakan berat sehingga harus diperbaiki darurat di Balikpapan sebelum diperbaiki total di Yokosuka.

Pada akhir Mei 1942, ia tergabung ke dalam Armada Kondo menjelang Pertempuran Midway. Setelahnya, ia berpatroli di kawasan Kepulauan Kuril. Kemudian ia turut andil dalam Pertempuran Solomon Timur pada Agustus 1942.

Pada September-November 1942, ia bertugas di Kepulauan Solomon dan melakukan sedikitnya 9 Tokyo Express. Selama kurun waktu tersebut, ia menjadi flagship dari Torpedo Squadron ke-4 dan terlibat dalam Pertempuran Pulau Santa Cruz.

Kemudian ia terlibat dalam Kampanye Guadalcanal. Pada Pertempuran Maritim Guadalcanal Pertama, ia menenggelamkan kapal perusak USS Monssen dan kapal jelajah ringan USS Helena dan meneggelamkan Yuudachi yang sudah rusak berat. Pada Pertempuran Maritim Guadalcanal Kedua, ia turut menenggelamkan Kirishima yang sudah rusak berat dan menyelamatkan krunya. Kemudian ia kembali ke Yokosuka.

Pada Januari 1943, ia kembali ke Truk dan membantu evakuasi tentara dari Guadalcanal dan pulau lain di Kepulauan Solomon. Pada Pertempuran Laut Bismarck tanggal 1-4 Maret 1943, ia berhasil bertahan dari serangan udara sembari menyelamatkan kru yang selamat dari berbagai kapal yang tenggelam.

Pada Mei 1943, ia bertugas di Paramushir dan berpatroli di sana. Pada bulan Juli 1943, ia membantu evakuasi tentara dari Pulau Kiska.

Pada Juni 1944, ia tergabung ke dalam Armada Ozawa dalam Pertempuran Laut Filipina, akan tetapi ia ditarik dari armada akibat masalah bahan bakar dan berlayar menuju Okinawa dan Hashirajima. Ia kembali ke Manila pada bulan Juli sebelum kemudian ke Brunei pada bulan Oktober dan bergabung ke dalam Armada Nishimura.
Ia mengakhiri karirnya yang panjang di Pertempuran Selat Surigao pada tanggal 25 Oktober 1944. Pada pertempuran tersebut ia terkena torpedo dari USS McDermut dan tembakan dari armada Amerika. Ia tenggelam dan 39 krunya termasuk Komandan Shibayama Kazuo diselamatkan oleh Armada Amerika.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_destroyer_Asagumo_(1937) , http://line.me/ti/p/%40jcv1198d

IJN Asagumo

Posted by : vino 0 Comments
https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_destroyer_Makigumo_(1942)


#Makigumo (巻雲) merupakan kapal perusak kelas Yūgumo yang dibangun untuk IJN. Diperkenalkan pada 5 November 1941 dan baru diresmikan pada 14 Maret 1942. Arti namanya adalah Awan Tipis

Bermula kala Pertempuran Midway pada Juni 1942, kru pesawat SBD dari Amerika yaitu Ensign Frank W. O'Flaherty dan AMM1c Bruno P. Gaido ditarik dari air oleh Makigumo. Pasca diinterogasi, krunya diikat dengan beban lalu diturunkan kembali ke air, ketimbang dijadikan sandera hingga mencapai Jepang. Kru Makigumo menyatakan bahwa itu adalah cara untuk membalas dendam terhadap 2/3 anggota pasukan Kidõ Butai kala bertempur dengan karamnya kapal induk Akagi, Kaga, Sōryū, dan Hiryū.

Pasca Pertempuran Santa Cruz pada 27 Oktober 1942, Makigumo bersama perusak Akigumo mentorpedo kapal induk USS Hornet yang telah ditinggalkan sebelumnya. Perusak AS sempat berusaha mentorpedonya tapi gagal sebelum mereka mentorpedonya. Meskipun begitu, mereka gagal melaksanakan misi membombardir Lanud Henderson.

Namun, kisahnya tak begitu lama, pada 1 Februari 1943, kala mengevakuasi pasukan ke Guadalcanal. Ketika berusaha menghindar dari serangan PT Boat, ia menabrak ranjau dan membuat kapalnya langsung lumpuh. Perusak Yūgumo menyelamatkan 237 kru termasuk Komandan Fujita lalu mentorpedo Makigumo, 3 mil (4.8 km) sekitar selatan-barat daya Kep. Savo (09°15′S 159°47′T).

Makigumo dihapus dari daftar militer sebulan kemudian...

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_destroyer_Makigumo_(1942) , http://line.me/ti/p/%40jcv1198d

IJN Makigumo

Posted by : vino 0 Comments

- Copyright © My Blog - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -