Meski #Ise diupgrade secara masif, Ise tetaplah tertinggal saat Perang Pasifik pecah karena kecepatannya lamban, kru besar, dan jarak pendek, menyebabkan ia jarang bertempur sebagai kapal tempur. Walau ia sempat berpartisipasi dalam Serangan Pearl Harbour, ia tak menemukan satupun armada kapal induk Amerika kala Doolittle Raid pada 18 April 1942.

Sebulan berselang, Ise mengalami kecelakaan dimana ruang mesin no.2 kebanjiran. Akla diperbaiki, Ise menjadi kapal pertama yang dipasangi Radar Udara Tipe 21.

Saat Jepang kehilangan 4 kapal induknya dalam Pertempuran Midway, Ise dan Hyūga direncanakan akan menjadi kapal induk dengan 54 pesawat. Namun karena kurangnya waktu dan SDA, maka konsep hybrid kapal tempur/induk pun digunakan. (Inilah yang kita kenal bernama Aviation Battleship alias BBV). Turret No.5 dan No.6 diganti dengan hangar dek terbang 70m dan elevator pesawat berbentuk-T.



Meski terlihat menjanjikan, nyatanya mereka hanya jadi kapal tempur biasa dan pesawatnya ditransfer ke lanud darat. Penyebabnya sederhana tapi fatal, pelatihan pilot tak selesai tepat waktu dan proses take-off dan landing yabg seringkali terlalu rumit walau selesai prosesnya pada 8 Oktober 1943.

Ise lalu ke Truk pada made a sortie to Truk in Oktober 1943, mengantar suplai dan Divisi ke-52 pasukan IJA ke-52.

Mei 1944, 104 senjata anti-pesawat dipasang bersama 6 rak roket anti-pesawat berisi 30 roket.

Ise hanya mengalami rusak ringan dalam Pertempuran Teluk Enganõ, Oktober 1944. Kala itu mereka menembak jatuh 5 pembom tukik mengenai No.2 turret. Namun, karena kurangnya efektik anti-pesawat, kala berakhir, pesawat USN menghabisi kapal induk Zuikaku, Zuihō, dan Chitose serta perusak Akizuki. Di waktu yang bersamaan, Ise diserang 85 pembom tukik. 34 kali nyaris kena, armornya rusak dan boilernya juga, katapul juga rusak dan 5 kru tewas plus u1 terluka-luka.



Pasca balik ke Jepang, sejak 29 Oktober, katapulnya dihilangkan agar senjata turret No.3 dan No.4 bisa menembak dengan maksimal.

Kala Operasi Kita pada awal 1945 yaitu ke Lingga dan Singapura, Ise bersama Hyūga dan penjelajah Õyodo mengantar suplai perang yang penting (minyak, karet, tin, zink & merkuri) dan mengevakuasi 1.150 kru kilang minyak ke Jepang. Saat menuju Singapura, kena ranjau dan hanya rusak ringan, ini yang gila pas baliknya. 19 Februari 1945, Ise selamat menuju Moji walau ada 23 kapal selam Sekutu selama perjalanan.

Mulai 25 Februari 1945 hingga selesai perang, Ise menetap di Kure, tanpa bensin atau pesawat, sempat dikamuflase namun tak cukup. 19 Maret 1945, 240 pesawat TF58 menyerang Kure dan mengenai Ise dengan 2 bom. Menjadi kapal cadangan ke-4 pada 20 April, ia diderek ke Ondo Seto sebagai baterai anti-pesawat yang mengapung. 24 Juli, 60 pesawat kapal induk AS, mengenai buritan, dek terbang, dek utama, No.3 turret dan bridgenya, menewaskan Kapten Mutaguchi, seorang perwira dan sekitar 50 kru kapal.

Malang, 28 Juli kala ia kembali diserang, 5 bom 450 kg dari skuadron F4U Corsair milik USS Hancock dan 11 bom dari pesawat TF58 menutup kisahnya yang penuh perjuangan bak seorang pahlawan. Ia mulai miring dan karam dalam laut yang dangkal.




Ia baru dihapus dari daftar militer pada 20 November 1945.

Sisa-sisa bagian Ise yang tertinggal, dipreteli oleh Kure Dockyard dari Harima Zosen Yard dari 9 Oktober 1946 – 4 Juli 1947.

BONUS:
Ise dibangkitkan lagi sebagai JS Ise (DDH-182) yaitu kapal kedua dari perusak helikopter kelas Hyūga dari Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF). Juga kapal kedua yang dinamakan Ise setelah kapal tempur IJN PD2 Ise.




Dibangun oleh IHI Marine United dan ditugaskan pada 16 Maret 2011. Debutnya kala membantu korban-korban pasca Angin Topan Haiyan di Filipina sebagai bagian dari Operasi Sankai.

IJN Ise: Kisah 101 Tahun sebuah kapal (Part 2)

Posted by : vino
Senin, 01 Januari 2018
0 Comments


Ise (伊勢) merupakan kapal pertama dari kapal tempur kelas Ise yang dibuat untuk IJN, termasuk kala Perang Pasifik.

Ise dibangun di Kawasaki Heavy Industries di Kobe pada 5 Mei 1915, diperkenalkan ke publik pada 12 November 1916 dan selesai pada 15 Desember 1917 dan ditugaskan ke Kure Naval District. Nama Ise sendiri berasal dari Provinsi Ise yang kini menjadi bagian dari Prefektur Mie.

Aslinya direncanakan menjadi kapal ketiga dari kapal tempur kelas Fusõ, namun berkat pengalaman dari membangunnya, membuat desainnya dibuat ulang dan lahirlah kelas Ise.



Well harus aku akui, Ise boleh saja hidupnya lebih panjang seperti Hyūga, namun pengalamannya memiliki nilai tersendiri seperti:

•Aslinya bisa ikut PD pertama, tapi terlalu terlambat jadi hanya bisa patroli sekitar Siberia, dan membantu Jepang dalam intervensi Siberia versus Pasukan Merah Bolshevik.

•12 April 1922, delegasi di kapalnya di Yokohama, kala itu terdapat Pangeran Wales (masa depannya nanti jadi Edward VIII) dan salah satu Panglima ternama di kemudian hari Lord Mountbatten dari Burma.

•Pertengahan 1920-an hingga akhir 1930-an, berpatroli sekitar Laut China

Jujur ini yang membuat dirinya berubah drastis dari tahun 1917. Seluruhnya di Kure Naval Arsenal

▪1928-1929: Pagoda style mirip Haruna, cerobong asap yang baru, serta hadirnya katapul dan pesawat seaplane Yokosuka E1Y2 Tipe 14 menggantikan turret no.5

▪1930–1931: penambahan senter, crane untuk pesawatnya

▪1931-1932: mengganti senjata anti pesawat seluruhnya dengan Type 89 berukuran 127mm dan 4 Vickers 40mm (4x2), serta pemindahan katapul dan crane pesawat di buritan kapal.

▪14 Mei 1933, katapul kedua dan tiga pesawat seaplane Tipe 90 ditambahkan.


•1 Agustus 1935, Ise kembali direkonstruksi dan dimodernisasi secara besar-besaran. 8 Boiler Kampon menggantikan 24 boiler bertenaga batubara dan minyak. Bulge Anti-torpedonya dipasang menggantikan 6 tabung torpedo. Persenjataannya juga dimodifikasi secara besar-besaran agar bisa disesuaikan dengan situasi perang yang ada. Penambahan senjata anti pesawat juga diperbanyak. Baru selesai pada 27 Maret 1937


IJN Ise: Kisah 101 Tahun sebuah kapal (Part 1)

Posted by : vino 0 Comments



Tokitsukaze (時津風) merupakan kapal perusak ke-10 dari kelas Kagerou yang berlaga dalam Perang Pasifik. Dibangun pada 20 Februari 1939 di Uraga Dock Company. Diperkenalkan pada 10 November 1939 dan ditugaskan pada 15 Desember 1940.

Kala Perang Pasifik pecah, ia bergabung ke Desdiv 16, dan member dari Desron 2 dari Armada ke-2 IJN, kala itu mengawal kapal induk ringan Ryūjõ dari Palau menuju invasi Filipina Selatan.

Awal 1942, Tokitsukaze mengawal pasukan invasi ke sejumlah tempat di Hindia Belanda, Januarinya terhadap Manado, Kendari & Ambon, serta Timor dan Jawa Timur pada Februarinya. 26-27 Februari, ikut bergabung dalam Pertempuran Laut Jawa, kala itu mentorpedo ke Armada Sekutu. Maretnya, Desron 2 berpatroli mencari kapal selam musuh di Laut Jawa. Akhir bulan, ia berlayar dari Ambon ke Nugini Baru bagian Barat. Akhir April, balik ke Kure Naval Arsenal untuk diperbaiki, 2 Mei ia didock.

21 Mei 1942, Tokitsukaze dan Desron 2 awalnya bersama konvoi transpor menginvasi Kep. Midway, namun dengan kekalahan telak kala Pertempuran Midway, rencana tersebut hangus.

14 Juli, Tokitsukaze ditugaskan ke Armada ke-3 IJN guna mengawal transpor Nankai Maru ke Rabaul, balik bersama penjelajah Mogami ke Kure pada pertengahan Agustus. Ia balik ke Kep. Solomon sebelum akhir bulan, dimana ia ikut bertempur dalam Pertempuran Solomon Timur pada 24 Agustus, sebagai kapal pengawal bagi Ryūjo dan penjelajah Tone. Pasca pertempuran, menyelamatkan kru Ryūjõ yang kapalnya karam dan menghabiskan bulan September berpatroli sekitar Truk. Juga mengawal kapal induk Taiyõ yang rusak ke Kure guna diperbaiki pada pertengahan Oktober.

Kala Pertempuran Santa Cruz pada 26 Oktober, ia menjadi bagian dari Armada Serang pimpinan Laksamana Nagumo. Awal November, balik ke Kure bersama Zuikaku, berlatih hingga akhir tahun.

Pasca ditugaskan ke Kep. Shortland pada 10 Januari, kala mengawal sebuah transpor berisi drum penuh suplai tujuan Guadalcanal, ia menghabisi 2 PT Boat milik USN, yaitu PT-43 dan PT-112. Hingga akhir Februari, menjadi transpor cepat bagi evakuasi pasukan Jepang dari Guadalcanal.

Kala Pertempuran Laut Bismarck pada 3 Maret 1943, Tokitsukaze diserang dari udara oleh Sekutu, menewaskan 19 kru dan kapalnya mati di tengah lautan. Skippernya, Komandan Mayasyoshi Motokura, memberikan perintah untuk meninggalkan kapal, krunya diambil oleh perusak Yukikaze. Perusak yang ditinggalkan tersebut ditemukan di Tenggata Finschhafen dan karam oleh serangan udara Sekutu pada pagi harinya.


Ia dihapus dari daftar militer pada 1 April 1943.

IJN Tokitsukaze

Posted by : vino 0 Comments



Nagato (長門), merupakan kapal tempur pertama dari kelas Nagato yang dibangun pada 1910an untuk IJN. Dibangun pada 28 Agustus 1917, diluncurkan pada 9 November 1919, dan selesai pada 15 November 1920. 10 hari berselang, ia resmi ditugaskan ke IJN. Nama Nagato sendiri berasal dari Provinsi Nagato, Jepang.

Kendati begitu, kapal ini pernah membawa suplai bagi yang selamat kala gempa hebat menguncang Kantõ pada 1923. Kapal ini dimordenisasi pada 1934-36 dengan peningkatan pada armor dan persenjataannya. Serta superstructurenya dibuat dengan gaya pagoda diatasnya.

Nagato sekilas pernah ikut bertempur dalam Pertempuran Sino-Jepang pada 1937 dan sempat menjadi flagshipnya Laksamana Isoroku Yamamoto kala penyerangan terhadap Pearl Harbor. Ia mengawal kapal induk yang selesai menyerang dan tak sempat ikut bertempur.

Selain berpartisipasi dalam Pertempuran Midway pada Juni 1942, dimana ia tak sempat melihat jalannya pertempuran kala itu, ia menghabiskan 2 tahun pertama Perang Pasifik berlatih di laut Jepang. Ia kemudian ditransfer ke Truk pada pertengahan 1943, namun sekali lagi tak ikut bertempur hingga Pertempuran Laut Filipina pada pertengahan 1944 kala diserang pesawat AS. Nagato juga tak menembakan senjatanya terhadap kapal musuh hingga Pertempuran Teluk Leyte pada Oktober 1944. Ia hanya mengalami kerusakan ringan dan kembali ke Jepang sebulan berselang.

Kala itu, IJN kehabisan bensin dan dockyard yang memadai, sehingga mau tak mau Nagato malah menjadi platform anti pesawat musuh yang mengambang dan juga ikut menjaga pesisir Jepang. Ia diserang pada Juli 1945 kala Amerika berusaha membantai habis kapal-kapal IJN yang tersisa, tapi bersyukur ia hanya mengalami kerusakan ringan.




13 hari setelah Perang Dunia II berakhir, Nagato dihapus dari catatan militer pada 15 September 1945. Namun, pada pertengahan 1946, Nagato dilibatkan dalam Operasi Crossroads sebagai kapal percobaan terhadap serangan nuklir ke kapal. Nagato hanya mengalami kerusakan ringan pada test Able. Namun, pada test Baker, ia tenggelam dengan kerusakan yang jauh lebih hebat.

IJN Nagato

Posted by : vino 2 Comments


Oboro (#) adalah kapal perusak milik IJN selama perang dunia kedua. Ia merupakan kapal ke-7 dari kelas Ayanami atau ke-17 dari kelas Fubuki. Namanya berarti "moonlight" atau cahaya bulan.

Setelah selesai dibuat pada tahun 1930, ia tergabung ke dalam DesDiv 7 bersama Akebono, Ushio, dan Sazanami. Ia kemudian menjadi pengantar dari CarDiv 5 bersama Akigumo.

Ia terlibat dalam beberapa operasi, diantaranya Perang Sino-Japan kedua, dan Invasi Indochina. Saat Perang Pasifik dimulai, ia turut membantu dalam Invasi Guam. Setelahnya, ia berpatroli di kawasan Yokosuka dan mengantar konvoi dari Yokosuka ke Oominato dan Mako selama kurun tahun 1942.


Karirnya tak begitu lama. Saat ia terlibat dalam Kampanye Aleutian, ia turut membantu konvoi resuplai untuk tentsra di Kiska. Pada tanggal 17 Oktober 1942, ia terkena serangan udara oleh USAAF B-26 Marauders. Ia terkena satu bom secara langsung dan meledak lalu tenggelam. Hanya 17 orang yang selamat, termasuk kaptennya Letkol Yamana yang kemudian diselamatkan oleh Hatsuharu walaupun juga mengalami kerusakan berat akibat serangan yang sama.

IJN Oboro

Posted by : vino 0 Comments


Maya (摩耶) adalah satu dari empat kapal penjelajah berat dari kelas Takao, yang memiliki daya tembak yang jauh dan cukup untuk menahan dari kapal penjelajah manapun.

 Nama #Maya terinspirasi dari nama salah satu pegunungan di Jepang, yaitu Pegunungan Maya, Kobe. Memiliki desain kapal yang hampir mirip kapal penjelajah #Yubari, #Maya memiliki berat 16,875 ton, dengan panjang  kapal 203,8 meter dan bisa mencapai kecepatan 35,25 knot, kapal yang cukup cepat bukan ?

Kala Perang Pasifik, ia menenggelamkan USS #Pillsbury bersama #Atago, mengalahkan HMAS #Yarra selama 90 menit pertarungan yang sengit dan kala mengikuti 'Operasi KA', menggertak USS #Hornet yang berada di pulau Santa Cruz.
  

Dan di akhir takdirnya, ia tenggelam bersama #Atago dalam Pertempuran Teluk Leyte, serangan torpedo dari kapal selam USS #Dace dengan 5 torpedo sekaligus, dan lima menit kemudian dia tenggelam (09°27′N 117°23′E). Pada tanggal 20 Desember 1944, #Maya telah dihilangkan dari daftar kapal perang jepang.

IJN Maya

Posted by : vino 0 Comments


Akebono (#) adalah kapal perusak ke-8 dari kelas Ayanami atau ke-18 dari kelas Fubuki. Akebono dibuat di Galangan Kapal Fujinagata di Osaka pada tahun 1929 dan selesai dibuat pada tahun 1930. Namanya memiliki arti "daybreak" atau fajar.

Akebono tergabung ke dalam DesDiv 7 bersama Ushio, Oboro, dan Sazanami.
Ia terlibat dalam beberapa operasi seperti Perang Sino-Japan kedua dan Invasi Indochina. Selama Perang Pasifik, ia terlibat dalam berbagai pertempuran hingga tenggelam pada akhir tahun 1944.

Pada Pertempuran Laut Jawa, ia membantu menenggelamkan kapal jelajah Inggris HMS Exeter dan kapal perusak HMS Encounter, dan kapal perusak Amerika USS Pope.

Dan diantara pertempuran tersebut.. ada empat kejadian yang meenarik.

1. Pada Pertempuran Laut Koral pada tahun 1942, ia ditugaskan untuk mengantar Zuikaku sedangkan Ushio ditugaskan mengantar Shoukaku. Di tengah perjalanan Ushio meminta pertukaran posisi dengan Akebono yang kemudian ia setujui. Pada pertempuran ini Shoukaku rusak berat sedangkan Zuikaku tidak mengalami kerusakan sama sekali. Akan tetapi, Ushio tidak disalahkan atas kejadian ini dan sebaliknya Akebono dijadikan kambing hitam. Akibat kejadian ini Akebono ditarik dari garis depan pertempuran.

2. Escort pada Januari 1944. Pada saat itu, ia dan Sazanami mengantar kapal suplai. Di tengah perjalanan, Sazanami ditorpedo oleh kapal selam USS Albacore dan tenggelam di tempat. Akebono kemudian meluncurkan depth charge dan berhasil mengusirnya. Akan tetapi, konvoi suplai menjadi tidak terkawal dan kemudian dimusnahkan oleh musuh.

3. Battle of Surigao Strait. Akebono kembali bertugas dengan Ushio. Di saat Nachi bertabrakan dengan Mogami, Akebono bergerak mengawal Mogami. Akan tetapi angkatan udara Amerika mengebom Mogami lebih lanjut dan akhirnya membuat Akebono harus mentorpedo Mogami. Akebono kemudian menyelamatkan 700 kru Mogami yang selamat.

4. Manila Air Raid. Amerika berambisi menghabisi Nachi yang mengalami kerusakan akibat bertabrakan dengan Mogami. Saat itu Akebono hanya satu-satunya kapal yang mampu melindungi Nachi. Akan tetapi usahanya tidak membuahkan hasil. Nachi menerima kerusakan berat dan akhirnya tenggelam. Akebono yang rusak berat dibawa oleh Ushio ke Manila untuk diperbaiki.

Seminggu kemudian, Amerika meluncurkan serangan udara ke Manila. Akebono menerima kerusakan fatal dan meriam, mesin, dan torpedonya hancur. Akebono kemudian tenggelam di perairan dangkal pada tanggal 14 November 1944.

Selain Akebono, kapal perusak Akishimo juga meledak dan tenggelam di dekatnya.


Ia kemudian dicoret dari daftar Angkatan Laut pada 10 Januari 1945.

IJN Akebono

Posted by : vino 0 Comments

- Copyright © My Blog - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -